Mindset Yang Harus Anda Kuasai Sebelum Investasi Saham


Saham tidak hanya melihat dari sisi fundamental dan teknikal saja tetapi Anda harus mengatur Mindset terlebih dahulu sebelum ‘nyebur’ kedalam hiruk pikuk pasar modal.

‘Loh kenapa harus mengatur mindset terlebih dahulu, apa hubungannya’? Jadi begini, pentingnya mengatur mindset terhadap investasi adalah untuk menentukan langkah mau dibawa kemana investasi tersebut.

Menurut beberapa pakar di bidang saham, keberhasilan sesorang berinvestasi 80% ditentukan oleh mindset. Wah besar juga ya, kalau begitu saya akan membahas beberapa teknik untuk mengatur mindset investasi Anda.

 

#1 Saham Bukan Jalan Cepat Kaya

Ketika Anda menerapkan mindset bahwa saham akan membuat Anda cepat kaya, maka akan sebaliknya saham akan membuat Anda kehabisan banyak uang. Karena dengan mindset bahwa saham membuat Anda cepat kaya, keserakahan akan masuk didalamnya.

#2 Bertanggung Jawab Atas Investasi Anda Sendiri

Tentu saat Anda memulai memiliki saham, maka seharusnya Anda bertanggung jawab atas investasi saham tersebut. Jangan pernah mempercayakan Investasi apapun kepada orang lain apalagi yang Anda tidak ketahui. Banyak pakar atau orang yang sangat jago sekali tentang teori saham akan tetapi sebenarnya dia sendiri tidak berinvestasi didalamnya.

#3 Takutlah Ketika yang Lain Tamak, dan Tamaklah Ketika Yang Lain Takut

Ini memang prinsip yang dipegang teguh pakar investasi yakni Warrent Buffet, tapi prinsip ini sebenarnya susah untuk dilakukan. Pernahkah Anda melihat saham yang Fundamentalnya jelek akan tetapi naik gila-gila an? Nah disitulah keserakahan muncul, banyak investor yang menggelontorkan uangnya hingga milyaran rupiah untuk membeli saham entah berantah. Tahukah apa selanjutnya yang terjadi? Ya benar, uang mereka banyak yang ‘nyangkut’ di saham perusahaan tersebut. Akibatnya mereka harus cutloss untuk menghindari kerugian yang semakin besar.

Investasi saham

#4 Penurunan Harga Saham Adalah Peluang

Selama saham tersebut fundamentalnya bagus, meskipun harganya sedang turun saham tersebut layak untuk dikoleksi. Karena suatu saat harga saham ini akan memantul untuk menyentuh harga wajarnya.

#5 Banyak Saham Untuk Mengurangi Resiko

Banyak yang bilang bahwa dengan beragam sektor saham yang kita koleksi akan mengurangi resiko kerugian yang diterima. Ya memang ada plus minusnya juga sih sebenarnya, mengapa? Misalkan Anda membeli 10 telur dan menempatkannya di 10 keranjang yang berbeda, misalkan salah satu keranjangnya terjatuh, Anda masih memiliki 9 telur utuh di 9 keranjang berbeda. Tapi jika Anda menempatkan 10 telur dalam 1 keranjang, jika keranjangnya terjatuh maka akan pecah semua. Akan tetapi minus dari membedakan sektor saham adalah manajemen waktu terbatas. Ya Anda benar, Anda harus memanage 10 keranjang yang berbeda.

#6 Harga Saham Tidak Mungkin Naik Setiap Hari, ataupun Sebaliknya

Tidak ada seorang pun yang dapat menebak arah pergerakan saham dalam jangka pendek, bahkan Analis saham yang memiliki titel panjang pun juga sering salah memprediksi.

Selain itu, seringkali Penulis mendengar banyak investor mengeluh “Kenapa saham X 2 hari terakhir turun yah?”. Well ibaratnya mesin mobil, kalau digas terus dengan kecepatan penuh, maka mesin mobil tersebut akan mengalami namanya overheat.

Demikian pula dengan saham, tidak mungkin saham tersebut naik setiap hari, demikian pula tidak mungkin saham tersebut akan turun setiap hari. Naik dan turun harga saham dalam jangka pendek adalah sebuah hal yang biasa.

#7 Belilah Nilai Perusahaannya, Bukan Sahamnya

Ingatlah bahwa harga saham yang anda lihat di layar trading tidak berarti apa-apa. Number is just a number.

Yang Anda perlu ketahui adalah, berapa nilai perusahaan itu sekarang jika dibandingkan dengan harga sahamnya? Apakah undervaluedfair price, atau overvalued? Harga saham 200 belum tentu lebih murah daripada harga saham 10,000.

Investasi Saham

Semua kembali kepada fundamental perusahaan masing-masing. Value Investingmengajarkan kepada kita cara melihat nilai perusahaan / intrinsic value dari sebuah perusahaan.

#8 Biarkan Profit Mengalir

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu. Jika memang kita sudah memutuskan untuk membeli saham dengan fundamental bagus di saat harganya masih undervalued, mungkin pada awalnya saham tersebut tidak langsung naik (karena tidak banyak investor yang memahami konsep value investing dan analisa fundamental).

Namun cepat atau lambat, market akan menyadari bahwa saham tersebut “salah harga”. Di saat investor mulai melirik saham tersebut, anda tinggal duduk manis dan biarkan harga saham naik dengan sendirinya.

 

Nah sudah tahu kan sekarang mengapa mengatur mindset terlebih dahulu dalam investasi saham itu penting. Jadi mulai sekarang atur dulu ya Mindset teman-teman dan kemudian aplikasikan pada saat berinvestasi.